Di Hati Yesus Mengalir Sumber Kehidupan

0
173

Renungan Harian (HR Hati Yesus yang Maha Kudus)

Bacaan I: Hos 11:1,3-4,8c-9

Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anakKu itu. Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tanganKu, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka. Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan. HatiKu berbalik dalam diriKu, belas kasihanKu bangkit serentak. Aku tidak akan melaksanakan murkaKu yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

Bacaan II: Ef 3:8-12,14-19

Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakanNya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepadaNya. Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari padaNya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaanNya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh RohNya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Bacaan Injil: Yoh 19:31-37

Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib — sebab Sabat itu adalah hari yang besar — maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakiNya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambungNya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: “Tidak ada tulangNya yang akan dipatahkan.” Dan ada pula nas yang mengatakan: “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.”

Renungan

Hari ini Gereja merayakan hari raya Hati Yesus yang Maha Kudus. Dari Hati Yesus yang Maha Kudus mengalir kehidupan. Ia menghendaki agar manusia mengalami kehidupan bukan kematian. Hal ini Ia tunjukkan dengan kerelaanNya menumpahkan darah dan air di kayu salib. Ia memberikan diri secara utuh sebagai kurban keselamatan dan kehidupan.

Hati Yesus yang Maha Kudus memberi tempat yang aman bagi kita untuk berteduh dan mengalami cintaNya. Keselamatan dan kehidupan sungguh-sungguh mengalir dari HatiNya yang penuh cinta dan kerelaan untuk berkorban bagi orang yang menaruh kepercayaan kepadaNya.

Melalui perayaan ini kita diingatkan betapa Tuhan Yesus sangat membela kehidupan kita. Karena itu kita perlu menuntut diri kita untuk tahu diri, untuk berterima kasih kepadaNya, untuk memberikan Hati untuk Dia. Tidak kalah pentingnya juga, kita dipanggil untuk memberikan cinta dan perhatian kepada sesama dengan penuh kerelaan demi keselamatan dan kehidupan.

Oleh: P. Ignatius F. Thomas, Pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here